Jdi na obsah Jdi na menu
 


4) Apakah Karaite mengikuti Kitab suci secara literal/harafiah?

Apakah Karaite mengikuti Kitab suci secara literal/harafiah?
 

Tidak:

Seperti yang di bahas pada pembukaan, setiap perkataan dalam Torah (bahkan seluruh Kitab Ibrani) adalah subyek pada penafsiran.
Akan tetapi penafsiran ini harus konsisten dengan bagian Kitab suci yang lain dan juga harus konsisten dengan arti teks yang jelas, yang telah ada pada seluruh bangsa kuno Israel yang menerima Torah.

Kenyataannya ada beberapa contoh dimana para Rabbi yang mencari sebuah penafsiran literal/harafiah dari perintah-perintah pada tempat yang Karaite selalu mempunyai pemahaman sebuah arti dari Metafor/Kiasan (lihat Contoh praktis dari tafsiran Karaite di atas).

Kita belajar dalam Ulangan 31:12-13 bahwa Torah di bacakan setiap tujuh tahun di hadapan seluruh jemaat Israel-orang laki-laki, perempuan, dan anak-anak.
Dalam era dimana buku-buku tertulis masih langka, masyarakat ini membaca dari sumber utama untuk belajar Torah.
Oleh karena itu kita harus berasumsi bahwa setiap penafsiran tidak akan mudah terlihat pada bangsa Israel kuno yang di baca di depan publik ini tidak dapat menjadi apa yang di maksudkan.
Ini memerlukan kita untuk menjembatani jurang dari 3500 tahun dalam bahasa dan budaya.
Untuk melakukan ini kita harus  belajar Tanach sepenuhnya dengan menggunakan metode ilmiah dari ilmu bahasa Ibrani dan penafsiran kontekstual.